Kau ingat
ini hari apa? Ya, kamu masih ingat ternyata. Di hari yang sama ini, kita telah
banyak mencipta ruang-ruang mahal untuk dilupa. Mengadu rindu. Dengan
malu-malu. Menghabiskan waktu. Dalam temu. Ya, di hari ini kita dipertemukan
Tuhan. Dan di hari ini pula kita dipersatukan Tuhan. Mengeratkan jemari yang
saling menguatkan.
Kemarin.
Kita masih dalam masa penantian. Masih dalam dunia berbeda, yang berseberangan.
Hingga manismu memanggil semut-semut hati. Mengerumuni dengan menggerilyakan diri. Meminang tanpa ucap,
selain lewat gemersik nadi. Menyulam senyuman tanpa henti.
Bagaimana
dengan esoknya kita? Aku, kamu, mereka, tak ada yang bisa mengira-ngira. Memang
seperti itulah romantisme Tuhan terhadap kita. Jadi, aku hanya berpengkuh dalam
senyuman senja. Dalam tengadah doa. Dalam pemaknaan setiap jejak kita. Menuju
pengertian. Perhatian. Keabadian.
Mungkin
memang benar. Aku sangat larut dalam pemandian waktu. Merajut tentang aku dan
kamu. Setiap hari-hari yang selalu terasa panjang tanpa hadirmu. Setiap
hari-hari yang selalu terasa singkat dalam dekapmu. Adalah hari yang berbahasa
kalbu.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar