Rabu, 24 April 2013

Hari yang berbahasa kalbu


Kau ingat ini hari apa? Ya, kamu masih ingat ternyata. Di hari yang sama ini, kita telah banyak mencipta ruang-ruang mahal untuk dilupa. Mengadu rindu. Dengan malu-malu. Menghabiskan waktu. Dalam temu. Ya, di hari ini kita dipertemukan Tuhan. Dan di hari ini pula kita dipersatukan Tuhan. Mengeratkan jemari yang saling menguatkan.

Kemarin. Kita masih dalam masa penantian. Masih dalam dunia berbeda, yang berseberangan. Hingga manismu memanggil semut-semut hati. Mengerumuni dengan  menggerilyakan diri. Meminang tanpa ucap, selain lewat gemersik nadi. Menyulam senyuman tanpa henti.

Bagaimana dengan esoknya kita? Aku, kamu, mereka, tak ada yang bisa mengira-ngira. Memang seperti itulah romantisme Tuhan terhadap kita. Jadi, aku hanya berpengkuh dalam senyuman senja. Dalam tengadah doa. Dalam pemaknaan setiap jejak kita. Menuju pengertian. Perhatian. Keabadian.

Mungkin memang benar. Aku sangat larut dalam pemandian waktu. Merajut tentang aku dan kamu. Setiap hari-hari yang selalu terasa panjang tanpa hadirmu. Setiap hari-hari yang selalu terasa singkat dalam dekapmu. Adalah hari yang berbahasa kalbu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar